YAHUKIMO - Di tengah denyut kehidupan Kampung Halabok, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 5 Marinir tak hanya menjalankan misi pengamanan. Mereka hadir sebagai motor penggerak ekonomi lokal, sebuah langkah nyata yang menyentuh hati warga.
Pada Rabu (25/2/2026), suasana di kampung itu menjadi lebih hidup. Para prajurit dengan hangat memborong langsung hasil panen warga, mulai dari aneka sayuran segar hingga umbi-umbian yang melimpah. Aksi ini bukan sekadar transaksi jual beli biasa, melainkan wujud pembinaan teritorial yang bertujuan memperkuat pondasi ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Di bawah langit biru Papua, para prajurit tampak akrab berbaur dengan petani setempat. Hasil panen yang segar menggelar di atas hamparan rumput hijau, menjadi saksi bisu proses tawar-menawar yang penuh kekeluargaan, tanpa sekat pemisah. Pola pembelian langsung ini terbukti memberikan keuntungan berlipat bagi para petani, memangkas rantai distribusi yang seringkali memberatkan, sekaligus menjamin harga yang lebih pantas untuk jerih payah mereka.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi komitmen prajurit untuk turut serta menjaga stabilitas wilayah melalui pendekatan kesejahteraan.
“Kehadiran prajurit tidak hanya menjalankan tugas pengamanan perbatasan, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan membeli langsung hasil kebun warga, kami ingin membantu memperkuat ekonomi mereka, ” ujar Pristiyanto dalam keterangannya.
Beliau juga tak lupa menekankan pentingnya profesionalisme dan kewaspadaan dalam setiap penugasan di wilayah yang membutuhkan perhatian ekstra.
“Saya tekankan kepada setiap prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan serta mengutamakan prosedur operasional standar dalam setiap kegiatan, ” tegasnya.
Salah satu warga Kampung Halabok tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pembelian langsung dari prajurit Marinir. Selama ini, hasil kebunnya seringkali hanya bisa dijual terbatas di lingkungan kampung. Kini, mereka memiliki pembeli tetap dengan harga yang lebih pasti, sebuah kepastian yang sangat berarti.
Langkah sederhana namun sarat makna ini menunjukkan sisi humanis Satgas Yonif 5 Marinir di perbatasan RI–PNG. Di samping menjaga keamanan, mereka secara aktif berupaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat, sebuah pilar penting bagi keberlangsungan wilayah.
Diharapkan, inisiatif ini tidak hanya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat negara, tetapi juga menumbuhkan iklim sosial yang kondusif bagi geliat ekonomi lokal di Kabupaten Yahukimo.

Updates.