YAHUKIMO - Di tengah hamparan keindahan alam Papua Pegunungan, prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir di Yahukimo tak sekadar menjalankan tugas penjagaan. Mereka memilih menapaki jalan hati, membangun jembatan komunikasi yang hangat dan penuh empati dengan masyarakat setempat. Ini bukan sekadar patroli, melainkan sebuah gerak langkah humanis yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Setiap langkah kaki di Kampung Maroku, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat (3/4/2026) lalu, diwarnai dengan sapaan ramah, uluran tangan yang tulus, dan percakapan ringan yang menciptakan ikatan batin. Para prajurit Marinir hadir bukan sebagai sosok asing yang berjarak, melainkan sebagai sahabat sejati yang turut merasakan denyut kehidupan bersama.
Pendekatan yang mengedepankan rasa kemanusiaan ini terbukti ampuh menciptakan atmosfer yang aman dan nyaman. Lebih dari itu, ia berhasil menumbuhkan kepercayaan mendalam antara TNI dan masyarakat, menjadikan kehadiran penjaga keamanan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehangatan komunitas.

Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, menegaskan pentingnya sentuhan personal ini dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Kami menekankan kepada seluruh prajurit untuk selalu mengedepankan pendekatan humanis, menjaga profesionalisme, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam setiap pelaksanaan tugas, ” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat adalah kunci emas untuk memahami nuansa sosial di wilayah penugasan, sekaligus memperkokoh fondasi kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sambutan hangat dari warga Kampung Maroku menjadi bukti nyata keberhasilan pendekatan ini. Interaksi yang terjalin erat menorehkan rasa aman, nyaman, dan semangat kebersamaan yang kian membara di hati setiap warga.
Melalui patroli yang dibalut kehangatan humanis ini, Satgas Yonif 5 Marinir terus membuktikan komitmennya untuk menjaga kedamaian wilayah sekaligus merajut harmoni yang abadi dengan masyarakat Papua Pegunungan. (PERS)

Updates.