YAHUKIMO - Di jantung Tanah Papua Pegunungan, tepatnya di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, sebuah cerita hangat tentang kebersamaan terjalin. Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir tidak hanya hadir untuk menjaga garis batas negara, tetapi juga merajut tali persaudaraan yang erat dengan masyarakat setempat. Pada Kamis (2/4/2026), suasana di sana dipenuhi canda tawa dan dialog yang tulus.
Dengan sentuhan pendekatan yang humanis, para prajurit Marinir membuka diri untuk berinteraksi langsung. Mereka duduk bersama warga, mendengarkan segala aspirasi yang ada, bahkan berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari. Suasana santai dan penuh kekeluargaan inilah yang menjadi saksi bisu bagaimana sebuah ikatan emosional dapat tumbuh subur di tengah kerasnya medan tugas.
Kegiatan komunikasi sosial ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah pilar penting dalam membangun kepercayaan yang kokoh antara TNI dan masyarakat Papua. Kehadiran mereka bukan hanya tentang menjaga keamanan, namun juga tentang menyebarkan rasa aman, kenyamanan, dan kedekatan yang begitu berarti bagi jiwa warga di sana.

Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., selaku Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, menegaskan betapa krusialnya peran komunikasi sosial. Ia menyadari bahwa dukungan dari masyarakat adalah kunci utama keberhasilan setiap misi yang diemban di daerah penugasan yang penuh tantangan ini.
“Keberhasilan tugas tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Oleh karena itu, saya tekankan kepada seluruh prajurit untuk terus membangun komunikasi yang baik serta menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam setiap pelaksanaan tugas, ” tegasnya.
Beliau menambahkan bahwa kedekatan yang terjalin dengan masyarakat adalah fondasi tak tergantikan dalam mewujudkan stabilitas wilayah, terutama di daerah perbatasan yang rentan.
Sambutan positif datang dari warga Distrik Dekai. Mereka merasakan langsung dampak positif dari interaksi yang terbangun, yang tidak hanya menciptakan rasa aman, tetapi juga mempererat tali persaudaraan yang sudah ada.
“Kami merasa senang dengan kehadiran bapak-bapak Marinir. Mereka ramah dan dekat dengan masyarakat, ” ujar Yohanes (37), salah satu warga, mewakili perasaan banyak orang.
Melalui setiap kegiatan komunikasi sosial yang dilaksanakan, Satgas Yonif 5 Marinir terus membuktikan komitmennya untuk menjaga keamanan sekaligus merawat kemanunggalan sejati antara TNI dan rakyat. Sinergi yang tercipta ini diharapkan menjadi penguat bagi terciptanya stabilitas dan kedamaian yang berkelanjutan di Bumi Cenderawasih. (PERS)

Updates.