YAHUKIMO - Di tengah bentangan alam pedalaman Papua yang penuh tantangan, sebuah kisah menyentuh hadir dari Kampung Keikey, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, pada Minggu (29/3/2026), membuktikan bahwa kehadiran mereka lebih dari sekadar penegakan kedaulatan negara. Melalui sentuhan komunikasi sosial yang penuh kehangatan, para prajurit Marinir ini berhasil menorehkan senyum di wajah masyarakat.
Tak terduga, suasana kampung yang biasanya tenang mendadak pecah oleh gelak tawa riang anak-anak. Para prajurit Marinir, dengan senyum tulus dan sapaan akrab, menjelma menjadi sahabat bagi buah hati warga. Mereka tak ragu berbaur, mengajak bermain, bertukar cerita, dan berbagi kebahagiaan dari hal-hal paling sederhana sekalipun. Momen inilah yang paling membekas, ketika seorang anak kecil menerima hadiah tak terduga: sebungkus mainan dan sepasang sepatu baru. Sorot mata polosnya langsung berbinar penuh suka cita, sementara orang tuanya tak bisa menahan haru melihat ketulusan perhatian dari para penjaga perbatasan ini.

“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran bapak-bapak TNI membawa kebahagiaan bagi anak-anak kami, ” ujar salah satu warga Kampung Keikey dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peran Tentara Nasional Indonesia di wilayah penugasan jauh melampaui misi pengamanan semata. Mereka hadir untuk menumbuhkan rasa aman, menebar kepedulian, dan membangun jembatan kebersamaan yang kuat di tengah masyarakat.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme tugas dan pendekatan humanis di lapangan.
“Saya mengapresiasi seluruh prajurit yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Tetap tingkatkan kesiapsiagaan dan selalu utamakan prosedur operasional dalam setiap kegiatan, ” tegasnya.
Dengan langkah-langkah kecil namun bermakna ini, Satgas Yonif 5 Marinir terus berupaya memupuk benih kepercayaan dan mempererat tali persaudaraan dengan masyarakat. Di tanah Papua, kebersamaan adalah fondasi kokoh untuk merajut kedamaian—dan senyum ceria anak-anak menjadi saksi bisu betapa kehadiran para prajurit benar-benar menyentuh hati dan memberikan harapan. (PERS)

Updates.